Si Hitam, Batu Satam. Armagedon Baru (Indosiar.com)
Ditulis oleh batuantik di/pada 16 November 2008
***
Indosiar.com Nah, hasil tabrakan meteor dengan bumi itu, rupanya menjadi serpihan-serpihan yang berkilauan bagaikan batu kaca, yang menyebar ke segala penjuru permukaan bumi seperti di Indonesia di Pulau Belitung, didekat Solo dan negara-negara lain seperti Australia, Cekoslavia, dan Arab. Salah satu batu berkilauan itu dikenal dengan nama Batu Satam, yang hanya dapat ditemui di Pulau Belitung. Batu langka berwarna hitam dengan urat-uratnya yang khas, menjadi daya tarik tersendiri jika kita berkunjung ke pulau penghasil timah itu.
Batu satam ini mungkin hanya satu-satunya yang ada didunia. Di Pulau Belitung sendiri, tidak mudah untuk mendapatkan batu satam, apalagi untuk dijadikan kerajinan. Biasanya para perajin mendapatkan batu satam dari para penambang timah darat, yang menemukan satam ini secara kebetulan dari perut bumi dengan kedalaman 50 meter.
Mereka pun menemukannya secara tak sengaja, terbawa oleh pipa pompa penghisap air yang diarahkan ke sakan yaitu tempat untuk memisahkan pasir dan timah.
Istilah satam diambil dari bahasa warga keturunan Cina yang berada di Pulau Belitung.
SA yang artinya pasir, sedangkan TAM artinya empedu. Jadi satam berarti empedu pasir.
Sementara warga pribumi Belitung sendiri mengartikan satam adalah Batu hitam.
Namun berdasarkan keterangan dari buku De Ontwikkling Van Het Eiland Billiton-Maatschappij karangan Door J.C. Mollema yang diterbitkan S. Gravenhage, Martinus Nijhoff 1992, menuliskan seorang berkebangsaan Belanda yang bernama Ir. N Wing Easton dari Akademi Amesterdam di Belanda menamakan bebatuan meteor ini dengan istilah Billitonite yang artinya batu dari Pulau Belitung.
Di kalangan masyarakat Belitung sendiri, batu satam ini dipercaya mempunyai kekuatan magis sebagai penangkal penolak racun dan unsur makhluk-gaib. Namun bagi wisatawan yang berkunjung ke Pulau Timah ini, selalu menyempatkan diri membeli batu satam ini sebagai cendramata khas Pulau Belitung, yang dijadikan kalung, giwang, bros, cincin, tasbih, tongkat komando dan sebagainya, yang dikenal dengan istilah Kerajinan Satam.
Salah seorang perajinan batu satam itu adalah Firman Zulkarnain, yang biasa dipanggil Firman Satam. Pria kelahiran Pulau Belitung yang tinggal di Desa Pangkalalang Tanjungpandan ini, telah menekuni usaha kerajinan batu satam selama 19 tahun.
Bahkan dengan kerajinan batu satamnya, Firman berhasil membawa nama Pulau Belitung ke ajang pameran-pamera nasional maupun internasional. Berbagai penghargaan juga telah diterimanya. Salah satunya adalah Asean Development Citra Award 2007-2008, yang dianugerahi oleh Asean programme Consultant Indonesia Consortium.
Meski tanpa dukungan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Belitung, Firman tetap mempromosikan souvenir khas dari kelahirannya itu, seperti di Jakarta Fair 2008. Menurut Firman, para pengunjung sangat antusias untuk membeli ataupun sekedar melihat-lihat kerajinan satam yang dijual mulai dari harga 100 ribu sampai satu juta rupiah (harga promo tersebut hanya saat pameran).
Sayangnya, oleh orang-orang tak bertanggung jawab, banyak banyak dijual batu satam yang palsu, demi mendapatkan keuntungan semata. Untuk mengetahui satam yang asli, letakkan telapak tangan Anda diatas satam, jika terasa ada medan energi, itulah Satam yang asli.(Arizal Wahyudi/Ijs)
http://www.indosiar.com/news/sapa/74199/armageddon-di-pulau-belitung
Entri ini dituliskan pada 16 November 2008 pada 5:29 am dan disimpan dalam Berita. Bertanda: Barang Antik, Batu Antik, Batu Meteor, Batu Satam, Belitung, Cincin Tunangan, Gaib, Hadiah, Hitam, Indah, Indonesia, Indosiar, Keramat, Koleksi, Kolektor, Kuno, Liontin, Magic, Magis, Mengkilat, Unik. Anda bisa mengikuti setiap tanggapan atas artikel ini melalui RSS 2.0 pengumpan. Anda bisa tinggalkan tanggapan, atau lacak tautan dari situsmu sendiri.

mamas86 berkata
Gitu ya…
Jadi penasaran….
economatic berkata
Mahal banget yach… Padahal batunya paling nggak besar besar amat. Tapi memang dasar saya nggak minat sama batu …
Dedy berkata
ya.. iya lahh namanya juga barang langka. Ya mahal. Itu aja masih murah, biasanya sekelas batu meteor gitu dijual puluhan juta. Apalagi kalau gw liat carinya juga susah setengah mati. Wajar kan …? Tapi kl gw blm punya dwt untuk beli gituan. Buat byr SPP aja dah empot-empotan. he..he…
ijal berkata
nih gue ada satu udah dijadikan batu cincin.
Bopo berkata
wahhh isinya menarik
agung berkata
gue…dah beli batunya sama pak firman langsung d belitung,
batunya aneh….ada medan energi yg d keluarkannya….seperti angin gt….
irfan berkata
BATU SATAM tidak terlalu mahal,harganya sekitar 175rb,anda minat hub.087878002004,beli/nggak,gak masalah.irfansyah(asisten pak firman zulkarnaen)kami jual antiknya,bukan jual khasiat.wass
kyai GANTARO berkata
ini saya mau nanya.. harganya berapaan? dan benarkah batu satam tidak bisa di asah maupun dilobangi? apa sebabnya,apakah mesinnya kagak sangup atau batunya bisa pecah?(mohon komfirmasinya)